Foto: dari sumber publik
Kisah Anda tidak bisa mengendalikan kehidupan pribadi Anda selamanya
Pelatih internasional Clayton Olson telah menguraikan empat cara untuk mencegah luka lama mempengaruhi hubungan Anda dengan pasangan. Dalam artikelnya untuk YourTango, ia menjelaskan pentingnya melepaskan kemarahan dan beradaptasi dengan situasi baru.
“Kabar baiknya adalah bahwa terlepas dari semua yang telah terjadi di masa lalu Anda (entah itu pasangan Anda berselingkuh, putus cinta yang menyakitkan, atau apa pun), Anda bisa menggunakan kecerdasan emosional untuk membuat hubungan Anda di masa depan menjadi sehat,” ujar sang ahli.
Menurutnya, Anda harus mulai dengan mengenali perilaku tersembunyi dan tidak terlihat yang disebut “adaptasi berlebihan”, sebuah fenomena destruktif yang terjadi dalam hubungan ketika salah satu atau kedua pasangan mengubah perilaku mereka untuk menghindari konfrontasi atau ketidaksetujuan.
Dan berikut ini adalah apa yang disebut Olson sebagai empat cara untuk mencegah luka lama menguasai sebuah hubungan:
Kenali kapan Anda beradaptasi secara berlebihan dan mengapa
Mengenali kapan Anda beradaptasi secara berlebihan dalam menanggapi masa lalu akan membantu Anda untuk meninggalkan prasangka dan menjadi realistis. Dengan mengembangkan kesadaran diri, orang dapat mengenali pemicunya, memahami pola perilakunya, dan membuat pilihan secara sadar untuk menanggapinya.
Berhentilah mencoba membaca pikiran. Bias ini menciptakan siklus kekecewaan ketika ekspektasi tidak terpenuhi, menyebabkan orang menafsirkan tindakan pasangan mereka melalui lensa negatif. Penelitian menunjukkan bahwa membaca pikiran berkaitan dengan kecemasan, depresi, delusi, dan hubungan yang tegang.
Berkomunikasi dengan cara yang lugas
Jika Anda khawatir dengan apa yang dipikirkan pasangan Anda, yakinkan mereka dengan hanya berbicara kepada mereka tanpa menuduh. Anda akan mendapatkan tanggapan, dan miskomunikasi tidak merugikan siapa pun. Penelitian tentang komunikasi dalam hubungan menekankan pentingnya mengembangkan kebiasaan rasa ingin tahu dan mencari tahu untuk mengatasi hambatan umum terhadap hubungan yang tulus. Data menunjukkan bahwa pasangan yang berkomunikasi secara terbuka satu sama lain memiliki tingkat perceraian terendah, sementara pasangan yang tidak tahu bagaimana berkomunikasi memiliki tingkat perceraian tertinggi.
Percayalah pada diri sendiri dan pasangan Anda
Setelah Anda dapat mempercayai diri sendiri untuk menjadi diri sendiri dalam suatu hubungan, Anda akan benar-benar memberikan kesempatan kepada pasangan Anda untuk melihat Anda dan benar-benar mencintai Anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa kejujuran dan keterbukaan mendekatkan pasangan. Kita tertarik pada orang yang tulus karena mereka yang jujur pada diri mereka sendiri cenderung jujur dan setia pada kita.
Komentar:
