Foto: dari sumber terbuka
Tertidur beberapa menit setelah naik ke tempat tidur belum tentu perlu dikhawatirkan
Waktu yang dibutuhkan untuk tertidur dapat menjadi indikasi tingkat kesehatan dan stres. Tertidur terlalu lama atau terlalu singkat bisa menjadi sinyal gangguan tidur atau kelelahan kronis. Hal ini dilaporkan oleh situs web Huffpost.
Apa yang ditunjukkan oleh tertidur dengan cepat
Tertidur dalam beberapa menit setelah naik ke tempat tidur belum tentu perlu dikhawatirkan. Tetapi dalam beberapa kasus, ini bisa menjadi sinyal adanya masalah pada tubuh Anda.
Kurang tidur
Tertidur terlalu cepat bisa menjadi tanda kelelahan dan kurang tidur. Atau, Anda mungkin tidur cukup lama, tetapi tidurnya tidak cukup nyenyak untuk benar-benar memberi Anda energi.
Misalnya, jika Anda tertidur terlalu cepat karena Anda banyak berolahraga dan bekerja 12 jam sehari, ini mungkin merupakan hal yang normal.
Gangguan mental
Tertidur dengan cepat juga dapat merupakan efek samping dari pengobatan atau disebabkan oleh gangguan mental seperti depresi.
Apnea tidur
Apnea tidur paling sering terjadi pada orang lanjut usia dan juga dapat menjadi penyebab tertidur dengan cepat.
Apnea tidur adalah gangguan tidur kronis di mana jalan napas bagian atas tersumbat seluruhnya atau sebagian selama tidur, yang mengakibatkan penurunan oksigen dalam darah dan fragmentasi tidur.
Penyebab lambat tertidur
Masalah dengan pola tidur
Dengan jadwal yang padat, menjaga jadwal tidur Anda dapat membutuhkan usaha.
Waktu tidur yang tidak teratur, kebiasaan tidur yang buruk, pergantian shift kerja malam, penyakit, dan stres dapat menyebabkan Anda tidur terlalu lama. Minum kafein dalam jumlah berlebihan setelah jam 2 siang, menonton layar satu jam sebelum tidur, tidur siang di siang hari dan banyak berolahraga di malam hari juga berdampak.
Untuk mengubah jadwal tidur Anda, pertimbangkan untuk bermeditasi sebelum tidur atau tidak tidur terlalu larut.
Emosi yang berlebihan atau stres
Hampir setiap penyakit mental sering kali dimulai dengan kesulitan tidur. Tekanan, kecemasan, dan masalah emosional lainnya dapat menyebabkan insomnia, yang mengarah ke agitasi sistem saraf.
Sebaiknya temui dokter untuk masalah tidur jangka panjang.
