Seorang ahli gizi telah menyebutkan 6 makanan kaleng tersehat untuk disimpan di dapur Anda

Foto: dari sumber publik

Makanan kaleng memang praktis, dan jika Anda memilihnya dengan benar, makanan kaleng juga bisa bermanfaat

Makanan kaleng itu nyaman, terjangkau, dan bisa sama bernutrisinya dengan makanan segar, jadi ada baiknya Anda menyimpannya. Verywellhealth menulis tentang itu.

Ahli gizi nutrisi Jamie Johnson setuju bahwa orang yang secara teratur mengonsumsi makanan kaleng bisa mendapatkan lebih banyak nutrisi secara keseluruhan dan mengembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat. Dengan pemikiran ini, publikasi ini telah menyebutkan 6 jenis makanan kaleng yang layak disimpan di dapur Anda.

1. Kacang kalengan

Dengan kacang-kacangan kalengan, mudah untuk memasukkan makanan bergizi ini ke dalam diet Anda. Kacang ini dapat meningkatkan kesehatan jantung, pencernaan, dan pengendalian berat badan. Menurut Departemen Pertanian AS, kacang kalengan kaya akan protein, zat besi, serat, magnesium, kalium, seng, dan folat.

Namun, perlu diingat bahwa kacang-kacangan ini dapat mengandung banyak natrium, jadi sebaiknya bilas cairan dari kaleng sebelum menggunakannya, dan bilas isinya, atau pilihlah kaleng yang rendah natrium.

2. Tomat dalam kaleng

Tomat mengandung antioksidan likopen yang kuat. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2022 MDPI menunjukkan bahwa efeknya dapat ditingkatkan selama proses pengalengan.

Menurut para ilmuwan, likopen mendukung kesehatan jantung, mengurangi gejala sembelit, dan menurunkan risiko diabetes tipe 2. Selain itu, tomat kalengan mengandung nutrisi penting lainnya: vitamin C, kalium, magnesium.

3. Labu kalengan

Labu kalengan rendah kalori dan kaya akan vitamin A dan nutrisi penting lainnya. Satu cangkir labu kalengan mengandung 7 gram (g) serat dan lebih dari 200% kebutuhan vitamin A harian Anda.

Selain itu, labu kalengan memiliki kandungan magnesium, zat besi, kalium, vitamin C dan E dalam jumlah yang signifikan. Ahli gizi menyarankan untuk memilih varietas kalengan tanpa tambahan gula atau natrium.

4. Tuna kalengan

Tuna kalengan mengandung protein tanpa lemak dan asam omega-3, yang memiliki sifat anti-inflamasi, yang merupakan kunci untuk kesehatan jantung. Ikan ini juga mengandung kalsium, vitamin D, selenium, dan zat besi.

Bagi mereka yang sadar akan kesehatan, para ahli menyarankan untuk memilih tuna yang dikalengkan tanpa minyak untuk menghindari kalori dan lemak yang berlebihan, dan untuk fokus pada pilihan rendah sodium atau “tanpa tambahan garam”.

Wanita hamil atau menyusui harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi tuna untuk menentukan berapa banyak ikan yang aman. Bagaimanapun, tuna dikenal memiliki kandungan merkuri dalam komposisinya.

5. Kacang hijau kalengan

Sayuran kalengan yang umum ini rendah karbohidrat dan kalori, namun kaya nutrisi. Satu cangkir produk kalengan mengandung hampir 4 gram serat dan lebih dari 2 gram protein. Ini juga mengandung vitamin C, B dan A. Meskipun, seperti yang ditunjukkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2024 di halaman Frontiers Media SA, beberapa nilai gizi kacang hijau hilang selama proses pengalengan.

6. Nanas kalengan

Ketika nanas segar tidak tersedia, nanas kalengan bisa menjadi alternatif yang cocok. Dari secangkir produk ini, Anda akan mendapatkan hampir 20% dari jatah vitamin C harian Anda, yang memiliki efek positif pada fungsi sistem kekebalan tubuh, penyerapan zat besi, penyembuhan luka, dan metabolisme.

Pilihlah nanas kalengan (dan buah lainnya) dalam air atau jus sendiri, bukan dalam sirup yang tinggi gula atau pemanis buatan. Karena nanas memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi (yang berarti dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat), pertimbangkan untuk memasangkannya dengan makanan tinggi protein: yoghurt, susu.

Share to friends
Rating
( No ratings yet )
Tips dan Lifehacks Berguna untuk Sehari-hari