Foto: dari sumber terbuka
Produk organik memiliki keuntungan dari kandungan pestisida yang lebih sedikit, tetapi harganya lebih mahal
Pembeli semakin melirik produk organik, baik karena mode “ramah lingkungan” maupun karena alasan kesehatan. Tetapi apakah produk organik benar-benar lebih sehat? Dan apa bedanya dengan produk konvensional? RBC-Ukraina menceritakan tentang produk organik dan perbedaannya dengan produk konvensional dengan mengacu pada sebuah postingan di Facebook oleh profesor dan ahli gizi Oleg Shvets.
Bagaimana produk organik berbeda dari produk konvensional
Pelabelan “organik” terutama mengacu pada cara produksinya. Pertanian organik tidak menggunakan hormon pertumbuhan, antibiotik, sebagian besar pestisida sintetis, dan hewan harus diberi pakan alami dan memiliki akses untuk berjalan.
Pada saat yang sama, makanan organik dan konvensional menjalani pengujian keamanan yang sama. Artinya, makan makanan organik tidak menjamin lebih banyak vitamin atau nutrisi. Hal ini tergantung pada varietas, tanah, waktu panen dan kondisi penyimpanan.
Apa yang dikatakan penelitian tentang makanan organik
Para ilmuwan mengkonfirmasi bahwa produk organik mengandung lebih sedikit residu pestisida. Hal ini penting terutama bagi wanita hamil – kontak dengan bahan kimia tertentu telah dikaitkan dengan komplikasi pada janin. Ada juga bukti bahwa orang yang lebih sering memilih produk organik lebih kecil kemungkinannya terkena limfoma non-Hodgkin.
Namun, sulit untuk menentukan apakah makanan organik memiliki efek kesehatan. Bagaimanapun, pembeli organik biasanya menjalani gaya hidup sehat, lebih banyak bergerak, lebih sedikit merokok, dan makan lebih baik secara umum.
Oleh karena itu, para ahli mencatat: jauh lebih penting untuk makan cukup sayuran, buah dan makanan seimbang setiap hari, terlepas dari apakah itu organik atau konvensional.
Cara memeriksa apakah suatu produk benar-benar organik
Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah suatu produk dapat menerima label ini sudah ditentukan dengan jelas. Label harus menyatakan:
- logo nasional (“Eurosheet” atau tulisan “produk organik”),
- kode lembaga sertifikasi,
- konfirmasi bahwa setidaknya 95 persen dari bahan-bahannya berasal dari bahan organik.
Produk impor juga diakui sebagai produk organik jika memiliki sertifikasi internasional.
Cara membuat produk yang aman
Saran para ahli:
- pilihlah buah dan sayuran segar tanpa kerusakan,
- cuci dengan air mengalir (tanpa sabun),
- simpan pada suhu yang tepat,
- potong dan masak dengan tangan dan peralatan yang bersih,
- pilihlah produk musiman dan produk lokal jika memungkinkan.
Cuka atau soda kue akan membantu menghilangkan beberapa kotoran, tetapi dapat mengubah rasanya.
Jadi mana yang harus dipilih?
Produk organik memiliki keuntungan karena kandungan pestisidanya yang lebih sedikit, namun harganya lebih mahal. Jika anggaran terbatas, buah dan sayuran konvensional sama sehat dan amannya jika disimpan dan dicuci dengan benar.
Kuncinya adalah pola makan yang bervariasi, hasil bumi musiman dan pendekatan yang sehat untuk makan. Hal inilah, bukan label ‘organik’, yang membuat perbedaan terbesar bagi kesehatan jangka panjang.
Komentar:
