Psikolog menyebutkan tiga tanda bahwa pasangan Anda menghormati Anda – tanpa mereka, cinta tidak akan bertahan

Foto: dari sumber terbuka

Tanpa rasa hormat, hubungan yang sehat tidak mungkin terjadi

Cinta dapat menyatukan dua orang, tetapi hanya rasa saling menghormati yang dapat membuat hubungan itu sehat dan bertahan lama.

Jika salah satu pasangan tidak menghormati pasangannya, bahkan perasaan yang kuat pun tidak akan menyelamatkan dari konflik dan hilangnya rasa percaya, tulis psikolog Amerika, Mark Travers, untuk Psychology Today. Rasa hormat tidak hanya ditunjukkan dengan sikap yang megah, tapi juga dengan cara pasangan berbicara, mendengarkan, dan bereaksi satu sama lain setiap hari.

Berikut ini adalah tiga tanda yang jarang diperhatikan namun sangat penting bahwa pasangan Anda benar-benar menghormati Anda.

1. Dia bertanya apakah Anda ingin saran atau hanya untuk berbicara dengannya

Banyak orang, ketika mendengar masalah pasangannya, langsung mencoba mencari solusi. Kita pikir ini adalah bentuk kepedulian, tapi terkadang hal ini justru menambah ketegangan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Social and Clinical Psychology menemukan bahwa jenis dukungan itu penting: dukungan non-direktif (membiarkan orang tersebut memilih cara mengatasinya) meningkatkan harapan dan optimisme, sedangkan dukungan direktif (memberikan saran dan solusi) dikaitkan dengan depresi dan kesepian yang lebih besar.

Ketika pasangan bertanya apakah Anda ingin nasihat atau hanya ingin berbicara, mereka menunjukkan rasa hormat terhadap batasan dan otonomi Anda. Hal ini menciptakan perasaan bahwa Anda didengarkan.

2- Dia bertanggung jawab atas emosinya sendiri

Dalam setiap hubungan yang dekat, emosi yang kuat akan muncul. Tapi kedewasaan bukan tentang tidak marah, tapi tentang tidak memindahkan perasaan Anda kepada pasangan Anda.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships menemukan bahwa orang yang menggunakan “penilaian ulang kognitif” (yaitu, memikirkan kembali situasi alih-alih meledak secara emosional) selama konflik lebih baik dalam mengingat esensi percakapan dan menemukan solusi konstruktif dengan lebih mudah. Sebaliknya, mereka yang menekan emosi cenderung hanya berfokus pada pengalaman mereka sendiri dan berkomunikasi dengan lebih buruk.

Ketika pasangan Anda dapat mengatasi kekesalan atau kesedihan mereka sendiri, daripada melampiaskannya pada Anda, hal ini menunjukkan rasa hormat terhadap ruang emosional Anda. Perilaku ini membuat hubungan menjadi lebih stabil dan aman.

3- Dia bisa tidak setuju tanpa mempermalukan Anda

Ketidaksepakatan tidak dapat dihindari, tetapi yang penting adalah bagaimana pasangan menjalaninya. Jika seseorang menyerang karakter Anda daripada perilaku Anda, itu sudah menjadi tanda bahaya. Psikolog terkenal John dan Julie Gottman, dalam penelitian mereka, mengidentifikasi empat pola destruktif yang menandakan perpisahan: kritik, sikap defensif, pengabaian, dan pengabaian. Pengabaian, yang diekspresikan melalui ejekan, mata melotot, sarkasme, atau kesombongan, adalah yang paling berbahaya.

Dalam studi klasik Gottman, di mana lebih dari 100 pasangan diamati mendiskusikan konflik selama enam tahun, terbukti bahwa tiga menit pertama dari sebuah pertengkaran menentukan masa depannya. Pasangan yang memulai dengan mengkritik atau menyindir lebih mungkin untuk berpisah, sementara mereka yang memulai dengan tenang akan tetap bersama. Pasangan yang dapat mengekspresikan ketidaksetujuan tanpa menyerang kepribadian Anda menunjukkan tingkat penghormatan tertinggi.

Komentar:

Share to friends
Rating
( No ratings yet )
Tips dan Lifehacks Berguna untuk Sehari-hari